Cedera Bahu

Bahu adalah sendi yang paling mudah digerakkan tetapi juga yang paling tidak stabil. Agar tetap stabil, kombinasi otot, ligamen dan tendon harus bekerja bersama-sama. Kelemahan pada salah satu struktur ini dapat menyebabkan ketidakstabilan, yang kemudian dapat menyebabkan cedera.

Aktivitas sederhana seperti melakukan pekerjaan rumah tangga atau mengangkat tas belanja dapat memberi ketegangan pada bahu, tetapi aktivitas dari beberapa kelompok orang dapat menyebabkan kerentanan terhadap sakit di bahu.

 “Cedera di dan sekitar bahu sering terjadi pada komunitas atletik. Cedera sendi Acromioclavicular (AC) sering dialami oleh pengendara sepeda dan juga mereka yang melakukan olahraga kontak fisik seperti rugby, bela diri dan American football," ungkap Dr. Lim Yeow Wai, Spesialis Bedah Ortopedi di Raffles Hospital.

Sendi Acromioclavicular terletak di bagian atas bahu dan terbentuk dari dua susunan tulang - klavikula dan akromion - dan dua ligamen yang memberikan stabilitas pada sendi. Bergantung pada tingkat keparahan cedera, satu atau semua ligamen dapat tertarik atau robek. Jika tidak dirawat dengan benar, cedera sendi Acromioclavicular dapat menyebabkan hilangnya kekuatan pada anggota tubuh yang berkaitan. Cedera ini juga bisa menyebabkan radang sendi.

Dr. Lim menjelaskan, "Saat ini, sebagian besar metode pengobatan menggunakan bentuk fiksasi kaku menggunakan implan logam seperti pelat pengait, pin dan sekrup. Cara ini dapat melindungi kedua tulang, namun sering tidak menyembuhkan cedera karena sambungan sendi Acromioclavicular tidak diperbaiki. Ini adalah sendi fleksibel yang bisa naik dan berputar saat bergerak."

Apalagi menurut Dr. Lim, sekrup dan pinnya sering tidak efektif karena biasanya bisa lepas setelah beberapa lama, karena gerakan yang terjadi di dan sekitar area bahu. Dr. Lim memiliki teknik yang disebut Triple Endobutton Technique, setelah mengamati bahwa prosedur konvensional tidak menawarkan solusi berkelanjutan bagi mereka yang sendi Acromioclavicular-nya patah atau bergeser. Teknik ini adalah prosedur yang relatif sederhana yang tidak kaku dan memungkinkan pergerakan sendi yang normal. Setelah operasi, pasien harus memakai penyangga selama sekitar empat minggu dan biasanya dapat melakukan tugas ringan setelah itu.

Untuk informasi dan pembuatan janji, silahkan hubungi kami di 021-29527102 / 031-51169107
atau klik disini untuk mengisi form pembuatan janji.

Raffles Hospital
585 North Bridge Road
Singapore 188770

Tel: (+65) 6311 1222
Fax: (+65) 6311 2136

021-29527102 / 031-51169107
Whatsapp: +6281285950008

Copyright © 2018. Raffles Medical Group. Privacy Policy | Terms & Conditions