Pertanyaan yang Sering Diajukan oleh Pasien Dialisis

Manakah modalitas dialisis yang lebih baik - hemodialisis atau dialisis peritoneal?

Baik hemodialisis dan dialisis peritoneal memiliki tujuan yang sama untuk membuang zat-zat racun dan cairan berlebih dari darah penderita gagal ginjal. Ada beberapa penelitian observasional yang menyatakan bahwa dialisis peritoneal mungkin memiliki beberapa keuntungan dibandingkan hemodialisis dalam satu sampai dua tahun pertama karena pengguna dialisis peritoneal mungkin dapat mempertahankan fungsi ginjal lebih lama dibandingkan pengguna hemodialisis. Namun, setelah dua tahun pertama, tingkat risikonya sama.

Modalitas dialisis pasien harus selalu didasarkan pada diskusi dan keputusan bersama antara pasien dan ahli nefrologi untuk memastikan kebutuhan yang paling cocok untuk terapi jangka panjang. Kondisi medis pasien bersamaan dengan situasi hidup, dukungan dari pengasuh, pergerakan dan kemampuan untuk berkomitmen untuk terapi di rumah semua akan berperan dalam proses pengambilan keputusan.

Dapatkah saya bepergian bahkan jika saya sedang menjalani dialisis?

Ya. Bepergian tentu saja memungkinkan namun akan memerlukan sejumlah persiapan penting yang perlu dilakukan sebelum keberangkatan ke negara tujuan untuk memastikan bahwa fasilitas hemodialisis tersedia pada saat kedatangan. Untuk pasien yang menjalani dialisis peritoneal, sejumlah persiapan penting juga harus dipersiapkan sebelum bepergian untuk memastikan bahwa peralatan dan kantong dialisat yang dibutuhkan telah tersedia bagi pasien untuk melanjutkan mereka di tempat tujuan.

Bisakah saya melewatkan sesi dialisis?

Idealnya, pasien harus mengikuti jadwal perawatan mereka secara rutin mempertahankan pembersihan racun dan kelebihan cairan yang lebih baik secara terus menerus. Seorang pasien hemodialisis harus melakukan dialisis tiga kali seminggu dan pasien dialisis peritoneal harus melakukan perawatan mereka setiap hari sejauh mungkin. Jika ada penyimpangan dan ini diperlukan, akan disarankan bagi pasien untuk mendiskusikan hal ini dengan ahli nefrologi mereka.

Bisakah saya makan apa yang saya inginkan setelah saya memulai dialisis?

Meskipun dialisis adalah pengobatan yang efektif untuk menghilangkan zat-zat racun dan cairan berlebih, pasien dialisis masih perlu mematuhi diet khusus ginjal. Namun, ada beberapa pengecualian. Sebagian contoh, pasien dialisis peritoneal dapat diizinkan untuk mendapatkan asupan kalium yang lebih bebas dalam makanan mereka karena kadar kalium cenderung lebih rendah pada pasien yang menjalani dialisis peritoneal. Maka dinyatakan, setiap modifikasi diet harus dilakukan dengan berkonsultasi dengan ahli gizi atau nefrologi.

Apa pembatasan cairan selama dialisis?

Pada umumnya, pasien dialisis akan disarankan untuk membatasi asupan cairan mereka kurang dari 1 liter sehari. Ini termasuk cairan dari minuman (misalnya air dan jus) dan makanan (misalnya sup dan buah-buahan). Jumlah kelebihan cairan yang dapat dikeluarkan dari proses dialisis terbatas. Pasien harus mengurangi konsumsi cairan untuk menghindari kelebihan cairan.

Bisakah saya berolahraga sebagai pasien dialisis?

Bisa, olahraga dianjurkan untuk meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan umum. Tujuan dialisis tidak hanya untuk memperpanjang hidup tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup. Olahraga yang tepat akan memberikan keajaiban bagi kesejahteraan pasien. 
Satu-satunya pengecualian, dalam hal jenis olahraga yang diperbolehkan, adalah bahwa pasien dengan kateter dialisis atau kateter dialisis peritoneal tidak dianjurkan untuk berenang atau berpartisipasi dalam olahraga yang harus berendam di dalam air.

Benarkah ada risiko infeksi yang lebih tinggi saat melakukan dialisis peritoneal?

Risiko peritonitis (infeksi ruang peritoneum) pada pasien dialisis peritoneal tidak lebih tinggi dari infeksi dialisis terkait kateter pada pasien yang menjalani hemodialisis melalui kateter dialisis. Peritonitis dialisis peritoneal jarang terjadi dan sebagian besar mudah diobati. Kunci untuk mengurangi risiko infeksi terkait dialisis peritoneal adalah kepatuhan pasien terhadap teknik pertukaran dialisis peritoneal dan kebersihan umum yang baik.

Dr Christopher Leo Cheang Han, Spesialis Ginjal, Raffles Dialysis Centre
Raffles Medical Group


Publish : 22 Juli 2022

Untuk informasi dan pembuatan janji, silahkan hubungi kami di 021-29527102 / 031-51169107
atau klik disini untuk mengisi form pembuatan janji.

Raffles Hospital
585 North Bridge Road
Singapore 188770

Tel: (+65) 6311 1222
Fax: (+65) 6311 2136


Copyright © 2018. Raffles Medical Group. Privacy Policy | Terms & Conditions