Tuberkulosis

Tuberkulosis atau disingkat TB (TBC), adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium Tuberculosis. TB dapat menginfeksi organ tubuh manapun, tetapi yang paling sering terinfeksi adalah paru-paru (TB paru). TB dapat menyerang organ lain di luar paru-paru, seperti kelenjar getah bening, tulang atau otak (extrapulmonary TB) lebih jarang terjadi.

Berita Terkini Tentang Situasi TB di Singapura

Menteri Kesehatan telah diberitahu pada 2 Maret 2022 ada tujuh kasus TB yang melibatkan penduduk Blok 2 Jalan Bukit Merah, mereka didiagnosis antara Februari 2021 hingga Maret 2022. Ketujuh orang tersebut tinggal di Blok 2 Jalan Bukit Merah di unit yang berbeda. Kasus tersebut segera ditangani dengan pengobatan setelah terdiagnosis.

Analisis dan tautan genetik, yang ditemukan pada April 2022, mengungkapkan bahwa ketujuh kasus memiliki susunan genetik yang serupa. Ini menunjukkan bahwa kasus-kasus ini dihubungkan oleh penyebaran dari satu atau lebih sumber umum. Investigasi terhadap kasus-kasus tersebut tidak berkaitan satu dengan yang lainnya, selain mereka tinggal di blok yang sama. Pasien tidak saling mengenal atau berinteraksi satu sama lain atau berkumpul di area umum yang sama dan juga tidak mengidentifikasi satu sama lain sebagai kontak dekat.

Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan, Menteri Kesehatan telah menawarkan pemeriksaan TB kepada penduduk yang masih menempati dan yang baru pindah dari unit di blok tersebut, serta para pedagang, pemilik toko dan karyawan mereka di lokasi tersebut.

Meskipun tingkat TB telah menurun sejak pengenalan pengobatan yang sangat efektif pada tahun 1960-an, penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Pada tahun 2021, ada 1.306 kasus baru kasus TB aktif di antara penduduk Singapura. Ini lebih rendah dari 1.360 kasus pada tahun 2020. Tingkat kejadian adalah 32,8 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2021, dibandingkan dengan 33,6 kasus per 100.000 pada tahun 2020. Kelompok pasien yang lebih tua (di atas 50 tahun) dan laki-laki terus menjadi sebagian besar dari kasus aktif baru.

Bagaimana TBC Menyebar?

Bakteri TBC ditularkan melalui udara ketika seseorang yang terkena penyakit TBC paru (paru-paru) aktif batuk atau bersin. Mereka yang berdekatan dengan penderita TBC dalam jangka waktu yang lama dan mereka yang menghirup bakteri dapat terinfeksi. Infeksi ini ditularkan melalui udara, orang tidak dapat terinfeksi TB melalui berjabat tangan, duduk di kursi toilet, berbagi piring atau peralatan makan.

Akankah Mereka yang Terkena Bakteri Mengalami Gejala yang Sama?

Kebanyakan orang sehat yang terkena bakteri TB tidak terinfeksi dan penyakit TB aktif hanya berkembang pada sekitar 10?ri mereka yang terinfeksi. Pada sebagian besar individu, sistem kekebalan tubuh akan 'menahan' bakteri TB, mencegahnya berkembang biak dan berkembang menjadi penyakit aktif. Ini dikenal sebagai TB laten, di mana bakteri tetap tidak aktif selama bertahun-tahun atau bahkan sepanjang hidup seseorang. 

Pada orang dewasa yang sehat dan TB laten, 5?risiko berkembang menjadi TB aktif dalam waktu dua tahun pertama dan 5% lainnya mungkin berkembang setelah dua tahun atau dalam masa hidup mereka.

Perkembangan dari TB laten menjadi TB aktif lebih mungkin terjadi jika sistem kekebalan melemah karena penyakit, seperti terinfeksi HIV, gagal ginjal, diabetes dan kemoterapi untuk pengobatan kanker.

Penting untuk diketahui bahwa penderita TB laten tidak memiliki gejala dan tidak dapat menularkan TB kepada orang lain.

Apa Saja Gejala Infeksi TB Aktif?

Gejala penyakit TB aktif meliputi:
  • Batuk berkepanjangan tanpa sebab yang jelas selama tiga minggu atau lebih
  • Batuk darah
  • Demam ringan atau berkeringat di malam hari
  • Kelelahan¬†
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan¬†
Namun, penderita penyakit TB aktif mungkin memiliki gejala yang berbeda tergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi (misalnya batuk pada TB paru atau nyeri punggung pada TB tulang belakang).

Penderita TB paru aktif inilah yang dapat menularkan penyakit TB pada orang lain, kecuali segera diobati.

Kapan Seseorang Harus Mengunjungi Dokter?

Pasien yang batuk berkepanjangan tanpa sebab selama lebih dari tiga minggu atau menunjukkan salah satu gejala TB harus menemui dokter untuk evaluasi. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut (tes darah, tes kulit/kultur dahak, rontgen dada, dll) untuk menentukan apakah pasien mengidap penyakit TB.

Apakah Vaksinasi BCG Cukup Baik untuk Mencegah TBC?

Di Singapura, semua anak menerima vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) sebagai bagian dari Program Imunisasi Anak Nasional. Namun, vaksin ini hanya melindungi dari jenis TB yang sangat serius, seperti meningitis TB (TB selaput otak). Sementara vaksinasi BCG memberikan sedikit perlindungan terhadap TB paru, perlindungan tersebut tidak cukup dan TB paru masih dapat terjadi. Dosis booster belum terbukti memberikan manfaat tambahan.

Bagaimana Penyakit TBC Aktif Diobati?

TB aktif dapat diobati dengan sangat efektif dengan memadukan sejumlah empat obat-obatan selama enam sampai sembilan bulan. Setelah pengobatan dimulai, orang tersebut akan dengan cepat menjadi tidak menular dan tidak lagi menjadi sumber infeksi. Tidak ada risiko yang memicu penyebaran di kantor atau sekolah dan oleh karena itu tidak perlu menutup tempat-tempat yang telah dikunjungi oleh penderita TB aktif.

Apa yang Terjadi jika Pasien Tidak Mematuhi Pengobatan?

Kebanyakan penderita TB aktif tidak perlu dirawat di rumah sakit, tetapi harus menjalani Directly Observed Treatment (DOT) di bawah program TB nasional. Program DOT mengharuskan mereka minum obat TB di bawah pengawasan perawat. Penting bahwa penderita TB aktif untuk mematuhi dan menyelesaikan rejimen pengobatan mereka walaupun mereka mulai merasa lebih baik setelah periode awal pengobatan.

Menghentikan pengobatan atau melewatkan dosis dapat membuat TB resisten terhadap obat-obatan, yang mengarah pada kemungkinan untuk kambuh lebih tinggi dan berkembangnya Tb yang resisten terhadap obat. Dalam situasi seperti itu, serangkaian obat yang lebih kuat dan berbeda dengan lebih banyak efek samping harus dikonsumsi selama 18 hingga 24 bulan. Ada juga kemungkinan lebih rendah untuk sembuh dari TB yang resisten terhadap obat.

Bagaimana TBC Dapat Dicegah?

- Orang yang telah lama berhubungan dengan penderita TB harus mengunjungi dokter untuk evaluasi. Untuk memastikan deteksi dini, pengobatan dan mengurangi penyebaran TB, Program TB Nasional (STEP) melakukan pelacakan kontak dan pemeriksaan kontak dekat untuk memastikan bahwa mereka yang berisiko terinfeksi diuji dan menerima pengobatan yang tepat.
- Pengobatan yang cepat dan keseluruhan pada penderita TB adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.
- Selama dua minggu pertama pengobatan TB, pasien harus tinggal di rumah sakit dan mematuhi langkah-langkah kebersihan yang ketat seperti memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga. Ini akan mencegah penyebaran penyakit TB kepada orang lain yang tinggal di tempat yang sama.
- Penderita TB harus menutup mulutnya dengan tisu pada saat batuk dan tisu harus dimasukkan ke dalam kantong tertutup sebelum dibuang.
- Penderita penyakit kronis atau memiliki sistem kekebalan yang lemah yang telah didiagnosis dengan infeksi TB laten harus menerima obat pencegahan untuk mencegah infeksi berkembang menjadi penyakit TB aktif. Hanya satu jenis obat, dibandingkan empat (untuk pengobatan), yang diminum tanpa perlu DOT (untuk TB laten).


Dr Michael Wong, Family Physician and Consultant
Raffles Medical



Publish : 15 Juli 2022

Untuk informasi dan pembuatan janji, silahkan hubungi kami di 021-29527102 / 031-51169107
atau klik disini untuk mengisi form pembuatan janji.

Raffles Hospital
585 North Bridge Road
Singapore 188770

Tel: (+65) 6311 1222
Fax: (+65) 6311 2136


Copyright © 2018. Raffles Medical Group. Privacy Policy | Terms & Conditions