ASI: Paling Optimal untuk Tumbuh Kembang Bayi

ASI dianggap sebagai sumber nutrisi yang optimal untuk semua bayi. Pemberian ASI eksklusif mendorong perkembangan sistem kekebalan bayi; memenuhi kebutuhan gizi bayi cukup sampai dengan usia enam bulan. 

Di satu sisi, banyak kelompok internasional merekomendasikan pemberian ASI eksklusif tanpa kombinasi susu formula, makanan atau cairan selama enam bulan pertama. Di sisi lain, ada banyak alasan mengapa wanita memilih untuk tidak menyusui juga. Beberapa penyebabnya antara lain rendahnya jumlah ASI yang dihasilkan ibu, nyeri mastitis (bengkak/radang), rasa malu, kurangnya pemahaman tentang manfaat ASI dan keyakinan bahwa susu formula memiliki nutrisi yang setara dengan ASI. 

Kapan Mulai Menyusui

Menyusui harus dimulai dalam beberapa jam pertama setelah melahirkan, dengan membiarkan bayi beristirahat atau menyusu, kulit-ke-kulit, di dada ibu. Selama beberapa hari pertama setelah melahirkan, ibu menghasilkan sedikit susu kental berwarna kekuningan yang disebut kolostrum. Kolostrum kaya akan nutrisi dan menyebabkan semua kalori yang dibutuhkan bayi selama beberapa hari pertama. 

Banyak ibu khawatir bahwa bayi mereka tidak mendapatkan cukup ASI segera setelah melahirkan, ketika kolostrum diproduksi dalam jumlah kecil dan terbatas. Bayi dilahirkan dengan kelebihan cairan dan simpanan gula yang dapat mereka gunakan saat suplai ASi ibu meningkat.  

Adalah normal untuk hanya menghasilkan sedikit susu segera setelah melahirkan. Dengan seringnya menyusui, ASI dalam jumlah yang lebih banyak akan diproduksi biasanya dalam waktu tiga sampai lima hari. Bayi biasanya kehilangan berat badan selama beberapa hari pertama kehidupan dan secara bertahap akan mendapatkan kembali berat ini kira-kira dua minggu setelah lahir. 

Manfaat Menyusui 

Untuk Bayi:
- Fungsi saluran pencernaan yang lebih baik dan perlindungan dari infeksi saluran pencernaan, seperti muntah dan diare. 
- ASI membawa antibodi pelindung dari ibu yang membantu mengurangi risiko infeksi telinga, infeksi pernapasan dan sesak napas. 
- Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak. 
- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusi mengurangi risiko jangka panjang diabetes, penyakit radang usus, penyakit kardiovaskular dan kanker anak tertentu. 

Untuk Ibu:
- Mengurangi kehilangan darah setelah melahirkan akibat hormon aksitosin yang dilepaskan ke aliran darah ibu saat menyusui. Oksitosin membantu rahim untuk kontak dan mengurangi pendarahan rahim.
- Mengurangi tingkat stres akibat pelepasan hormon selama menyusui. 
- Penurunan berat badan setelah kehamilan, terutama terus menyusui selama enam bulan atau lebih.
- Penurunan risiko kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan diabetes. 

Untuk keluarga: 
- Mengurangi biaya makan bayi dari pembelian susu formula dan perlengkapan yang diperlukan. 
- Bayi yang disusui lebih kecil kemungkinannya untuk jatuh sakit. Oleh karena itu, menyusui membantu mengurangi biaya kunjungan dokter dan kecemasan merawat anak yang sakit. 

Frekuensi dan Lama Pemberian Makan 

Wanita didorong untuk menyusui segera setelah bayi mulai menunjukkan tanda-tanda lapar. Tanda-tanda awal lapar termasuk terbangun, mencari payudara, mengisap tangan, bibir atau lidah. Kebanyakan bayi tidak menangis sampai mereka sangat lapar. Tidak dianjurkan untuk menyusui hanya ketika bayi menangis. 

Dalam satu sampai dua minggu pertama, kebanyakan bayi akan disusui 8 sampai 12 kali sehari. Beberapa bayi memiliki preferensi untuk sering disusui (sesering setiap 30 sampai 60 menit), sementara yang lain harus dibangunkan dan didorong untuk menyusu. Selama minggu pertama kehidupan, ibu dianjurkan untuk membangunkan bayi yang sedang tidur untuk disusui jika bayi belum diberi makan selama empat jam. 

Lamanya waktu yang dibutuhkan bayi untuk menyelesaikan menyusui bervariasi. Dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan, beberapa bayi membutuhkan sedikitnya 5 menit sementara yang lain membutuhkan 20 menit atau lebih. Tidak perlu beralih sisi di tengah sesi menyusui. Mengosongkan ASI dari satu payudara memungkinkan bayi mengonsumsi susu dengan kandungan nutrisi dan lemak yang lebih tinggi dari jaringan yang lebih dalam di payudara. 

Apakah ASI Memiliki Semua Nutrisi yang Dibutuhkan Bayi Saya?

Tidak perlu memberikan susu formula, air minum kemasan atau suplemen air glukosa kepada bayi cukup bulan yang berat badannya terus bertambah. Bahkan di iklim panas seperti Singapura, orang tua tidak perlu memberikan air atau jus buah kepada bayi yang disusui sampai kira-kira berusia enam bulan. 

Suplemen vitamin atau mineral tertentu mungkin direkomendasikan untuk beberapa bayi yang menyusui cukup bulan. Sebagai contoh:

(I) VItamin D - orang tua dapat mempertimbangkan untuk memberikan suplemen vitamin D kepada bayi yang disusui secara eklsklusif dalam beberapa hari setelah kelahiran. ASI mengandung vitamin D, meskipun biasanya tidak dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Sumber vitamin D lainnya adalah sinar matahari, yang mungkin tidak tepat untuk bayi muda karena potensi risiko terbakar sinar matahari, yang melebihi potensi manfaat paparan sinar matahari.  

(II) Vitamin B12 - jika seorang ibu mengikuti pola makan vegan atau vegetarian, bayi harus diberi suplemen multivitamin yang mancakup vitamin B12. Rendahnya tingkat vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, keterlambatan perkembangan dan masalah neurologis lainnya. 

(III) Zat Besi - Bayi prematur atau berat badan lahir rendah mungkin memerlukan suplemen multivitamin tambahan yang mengandung zat besi. Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi jumlah sel darah merah anak dan telah dikaitkan dengan gangguan ringan pada sistem kekebalan tubuh. 

Orang tua dapat mempertimbangkan untuk menghubungi profesional kesehatan kami untuk informasi lebih mendalam untuk pertanyaan dan masalah terkait menyusui. 


Publish : 26 Agustus 2021 

Untuk informasi dan pembuatan janji, silahkan hubungi kami di 021-29527102 / 031-51169107
atau klik disini untuk mengisi form pembuatan janji.

Raffles Hospital
585 North Bridge Road
Singapore 188770

Tel: (+65) 6311 1222
Fax: (+65) 6311 2136


Copyright © 2018. Raffles Medical Group. Privacy Policy | Terms & Conditions